Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Pentas Tari Kontemporer: Fragmen Diri di Ranjang Putri

Satu problem besar bagi orang kota adalah keterasingan raga personal.Mati-matian mereka mencari cara berdamai dengannya.Demikian juga yang dialami oleh Rizki Suharlin Putri, alias Putri, seorang koreografermuda dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia membagi kegelisahan tubuh…

Mengingkari Keagungan Teater

Pertunjukan RAMBUT PALSU, karya Peter Karvas oleh Teater CassanovaPada kebermulaannya teater adalah sebuah kebersamaan yang saling meluruhkan tubuh dalam sebuah entitas yang saling telanjang. Teater merespon “ketidaktahuan teks”dalam sebuah media yang paling intim, yaitu tubuh.…

“Repertoar Sabun Colek”, Tentang yang Terpinggirkan

IndonesiaSeni.com - Teater Stasiun kembali berkarya setelah pementasan “Teroris” Albert Camus, tahun 2006 silam. “Repertoar Sabun Colek” karya Edian Munaedi, yang menulis naskah sekaligus menyutradarai pementasan ini hadir untuk melepaskan kerinduan dalam ruang teater, sekaligus…

“Repertoar Sabun Colek”, Tentang yang Terpinggirkan “Repertoar Sabun Colek”, Tentang yang Terpinggirkan

Pantomim, Bentuk “Therapy” untuk Masyarakat

Sewaktu kecil, saya pernah menonton pertunjukan teater Septian Dwi Cahyo  yang tidak bersuara di layar TVRI. Saya pun pernah menonton film bisu Charlie Chaplin yang mengandalkan gerak-gerik kocak. Lalu, orangtua saya berkata kalau itu adalah…

"Sie Jin Kwie di Negeri Sihir", Satu “Koma” Lagi dari Teater Koma

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Alkisah seorang jendral besar bernama Sie Jin Kwie memimpin pasukan Tang berperang ke Barat. Namun, dalam pertempuran, Sie Jin Kwie terluka parah dan nyaris sekarat, bahkan arwah Sie Jin Kwie sempat melayang…

 

Kolaborasi Wayang, Keroncong, Akting dan Tari dalam Pertunjukan "Wayang Keroncong Cuk&Cis". Foto oleh Helmy Yuniarosady.

 

Indonesiaseni.com, Surabaya - Menghadirkan warna baru dalam wajah teater modern Indonesia menjadi spirit bagi kelompok behindtheactors Bandung yang meramu wayang, musik keroncong, akting dan tari sekaligus dalam satu pertunjukan. behindtheactors membawa kreatifitas dan inovasi mereka dalam pementasan “Wayang Keroncong Cuk & Cis”, di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (27/1). Pertunjukan “Wayang Keroncong Cuk & Cis” distrudarai oleh Asep Budiman, berdasarkan cerpen Vincent Mathieu, yang diterjemahkan oleh HB. Jassin.

 

Cuk dan Cis merupakan pengembangan dari karakter Gerda dan Didi, yang terdapat dalam cerpen karya Vincent Mathieu, penulis Indo-Belanda yang hidup di jaman Hindia Belanda. Cis (Mella Septianti), seorang perempuan yatim piatu yang tubuhnya terperangkap dalam kelumpuhan. Meski pikirannya ramai, namun ruang di hatinya sakit dan kesepian. Cis menikah dengan Stirman tiga Belanda (Hendra Mboth). Saat suaminya ke Belanda, Cis hamil oleh Teddy yang menolak mengawininya. Stirman kemudian harus menghadapi kematian akibat pendarahan otak ketika dirinya ditawan tentara Jepang. Sementara Cuk (Rani Nuraeni) adalah gadis yang berbeda dengan gadis pada umumnya, dengan pemikiran dan karakter yang digambarkan seperti pemburu. Ia tinggal bersama sahabatnya, seorang lelaki bersenapan bernama Man (Hermana HMT). Cuk hidup memburu obsesi dan cintanya terhadap Tuan Barres (Rusli Keleeng), seorang guru musik dan pemain cello yang tinggal di pemakaman. Namun akhirnya Cuk mati di atas tanah rawa dan bunga karang ditemani Man. Perburuan berakhir, karena kematian menangkap mereka, begitu juga nasib yang menimpa Tuan Barres.

 

Dalang (Dede Candra S), hadir sebagai penunjuk arah dan nyawa dalam alur pementasan. Permainan wayang golek diiringi gerak sepasang penari (Oos Koswara dan Mella Septiyanti), melebur bersama akting dan musik keroncong yang diracik menjadi tampilan audio visual yang memancing penonton untuk menafsirkan makna pementasan. “Hasrat berburu dan membunuh, merupakan benang merah yang tidak putus dari pementasan “Wayang keroncong Cuk & Cis”, tidak hanya memburu cinta, tetapi dalam cerminan keseharian, perburuan tak lepas dalam keseharian hidup manusia,” Ucap Asep Budiman, yang akrab disapa asbud ini.

 

Sebuah pementasan teater dikatakan memiliki tendensi bentuk baru, jika tidak saja memiliki sesuatu yang berbeda dibanding karya sebelumnya, tetapi juga memiliki nilai khas untuk ditampilkan di ruang publik. behindtheactors menggeluti naskah selama satu tahun tiga bulan untuk persiapan pementasan, hingga mampu melahirkan kembali naskah karya Vincent Mathieu ini ke dalam sebuah pementasan. “Konsep kolaborasi antara wayang sebagai teater rakyat yang mendunia, diberi bumbu segar dengan paduan keroncong sebagai musik yang eksklusif, sedangkan pemilihan naskah dari cerpen penulis Indo-Belanda, Vincent Mathieu, bertujuan untuk memperkenalkan kembali Vincent yang hidup di masa Hindia-Belanda dan peduli kepada nasib bangsa Indonesia, sekalipun melakukan perlawanan terhadap bangsa-nya sendiri. Secara keseluruhan, pementasan ini bertujuan sebagai daya tarik dan menuangkan garapan teater dengan sesuatu yang berbeda, selain itu, kami ingin menghadirkan masa lalu menjadi masa kekinian dalam perwajahan teater modern Indonesia,” Jelas Asbud.

 

Rosul Hidayatulloh sebagai penata musik mengungkapkan hal yang senada mengenai keterlibatannya dalam kolaborasi ini. “Spirit kesenian khususnya tradisi adalah tidak untuk dikotak-kotakkan, yang terpenting adalah nilai lokal dengan kebersamaan dan pengembangan nilai lokal budaya dengan nilai kearifan lokal,” terangnya.

 

Menyoal tentang teater modern Indonesia, behindtheactors yakin dalam 10 tahun mendatang teater modern di Indonesia akan semakin jelas jika mulai sekarang kita menyadari keberadaan teater kita dalam konteks akar tradisi, dengan upaya membaca dan mengembangkan, salah satunya media wayang sebagai kesenian rakyat Indonesia asli.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites

Comments  

 
0 #1 2010-02-07 10:24
Mulailah untuk teater Indonesia mengangkat kelokalan pertunjukan kita yang memang asli nengara kita dan berani bersaing dengan kebudayaan negeri lain.... kalau bukan kita... siapa lagi?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh