Wednesday, May 22nd

Last update08:13:06 AM GMT

You are here: Home

Saat Musim Kawin Tiba

E-mail Print PDF

dream_behind_pillow

 

Saat Musim Kawin Tiba

 

Kerinduan telah mengajari kita

Bahwa kenangan tak ubahnya buku tua

Yang terbuka sampulnya. Di kedalaman matamu

Bulan juga tak sepenuhnya jujur pada angin

Sedang di geletar dadaku kau rasakan gerimis

Bergerak sopan di balik jendela dan pepohonan

Lalu kita berpelukan bagai sepasang kepiting

Yang enggan dilepas dari jaring nelayan

Kita pun menyalakan lilin dalam kamar

Sambil mengenang usia yang telah lewat

Menjadi cerita yang tak terbayangkan

Menjadi kenangan yang tak ingin dikekalkan

Malam menyisakan rintik kerinduan yang unik

Dan kita mulai bercakap tentang lelaki yang rapuh

Atau seorang perempuan yang keras kepala

Sejak itu kita percaya tuhan memang maha bijaksana

Dengan ketangkasan maling kucium bibirmu

Untuk menghapus jejak rindu, kataku kelu

Di dadamu, harimau sumatera menggeram iba

Mungkin karena musim kawin akan segera tiba

Tapi kita sepakat tak mengundang butiran salju

Turun dari puncak ketinggian masa lalu

Maka dengan sabar kutelusuri garis tubuhmu

Seperti kesabaran puteri keraton meraba porselin

Di puncak bukit cahayamu aku tergelincir

Di kedamaian lembah malumu aku tertidur

Bulan menggigil saat kusentuh ujungnya

Menghapus jejak subuh yang tak terbaca

 

Yogyakarta, 2009

Tags: Puisi Penyair

Add comment


Security code
Refresh

Twitter Updates