Sunday, May 26th

Last update08:13:06 AM GMT

You are here: Home

Soulscape : Definisi Baru Lukis Abstrak Indonesia

E-mail Print PDF

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Setelah mengalami masa kejayaan di era 90-an, seni lukis abstrak seperti mati suri. Banyak perupa lukis abstrak yang dulu punya nama, tiba-tiba menghilang. Pasar lukis dikuasai seniman realis dan lukis abstrak terpinggirkan. Dalam upaya membangkitkan kembali gairah seni lukis abstrak, 7 perupa abstrak menggelar pameran “Soulscape” di Taman Budaya Yogyakarta.

 

Pameran yang berlangsung 23 Februari - 4 Maret tersebut memamerkan sekitar 27 karya lukis abstrak dilengkapi dengan kegiatan bedah buku, talkshow dan pemutaran film abstrak. Para perupa yang menggelar pameran antara lain : AT Sitompul, Dedy Sufriadi, Netok Sawiji, Nunung WS, Sulebar Sukarman dan Yusron Mudhakir. Mereka berharap pameran ini dapat memberi definisi baru dalam seni lukis abstrak Indonesia.

 

Menurut Sulebar Sukarman, pameran kali ini sengaja diberi nama “Soulscape” (pandangan jiwa), karena merupakan dokumentasi perjalanan jiwa dari para perupa sebagai respon atas perjalanan hidup serta pendalaman dan perenungan yang selama ini dilakukannya. Oleh karena itu, hasil karya juga sangat tergantung dari jejak jiwa yang telah dilalui masing-masing perupa. Namun, dari keseluruhan karya ada satu kesamaan nuansa karya bahwa semua karya yang ditampilkan merupakan karya puncak dari gejolak batin mereka. "Dalam arti puncak perenungan, bukan berarti puncak karir. Sebab, seniman itu tak ada selesainya dalam melakukan pendalaman ide dan perenungan,” ujar Sukarman.

 

Sedangkan seniman AT Sitompul mengatakan bahwa pameran abstrak kali ini merupakan upaya dari para perupa untuk memberikan wacana baru di jagad  bursa seni rupa. Sebab, pihaknya yakin, jika aliran ini tahun 90-an lalu pernah mencapai masa keemasannya maka pada saatnya nanti juga akan  kembali pada masa keemasan itu. "Karya seni itu ibarat mode dan berputar seperti sebuah siklus. Jika para seniman ini komitmen untuk tetap berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing saya yakin akan sampai juga masa keemasannya seperti yang pernah dialami sebelumnya," ujar Sitompul.

Sementara itu, Kurator seni lukis abstrak dari Jerman, Anton Larens, mengungkapkan bahwa munculnya pameran abstrak itu, menunjukkan bahwa seni lukis abstrak di Indonesia terutama di Jawa masih ada. Oleh karena itu, pihaknya yakin, pameran ini akan diikuti oleh seniman abstrak lainnya. "Pameran ini akan menginspirasi seniman lain untuk melakukannya. Selama ini  karya lukis ini sedang tidak 'ngepop'  di bursa seni. Namun, justru karya  dengan aliran abstrak yang beberapa tahun lalu mampu meraih harga lelang tertinggi di bursa seni lukis dunia. Fakta ini menjadi semacam kontoversial, karena di satu sisi banyak yang memahami bahwa karya lukis abstrak merupakan karya seniman gila. Yang bilang begitu tentu saja yang tak paham dengan karya lukis abstrak. Mereka kan hanya melihat wujud yang nampak, dan bukan merasakan dengan hati. Padahal, karya abstrak itu harus dinilai dan dilihat dengan kedalaman hati. Hanya mereka yang punya kepekaan dan sensitifitas tinggi saja yang mampu menimbang karya abstrak," ujar Larens.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites

Add comment


Security code
Refresh

Twitter Updates