
Pameran “Love Me or Die” berlangsung 21-31 Oktober 2010 di Galeri Nasional Indonesia. Entang Wiharso, seniman kelahiran 1967, lulusan ISI Yogyakarta, memilih kata cinta untuk tema pameran, dengan tafsiran bukan cinta yang bermanis-manisan dan membahagiakan. Tetapi cinta yang menguasai dan mematikan karakter seperti kekuasaan politik, modernisme, fanatisme agama, ataupun cinta antar personal yang hanya mengagungkan persoalan sensualitas dan kepemilikan.

Entang Wiharso memvisualisasikan karya dalam sosok figur-figur manusia dan hewan, pertama dalam bentuk Instalasi dinding yang menempel di pagar, tembok bangunan dan di dinding ruang, kedua dalam bentuk patung dengan kulit yang bercorak hewan sebagai simbol dimana banyak orang menggunakan warna kulit untuk membedakan identitas dan menimbulkan permusuhan. Ketiga, dalam bentuk lukisan dengan panorama dengan aktivitas figur-figur manusia telanjang dengan muka menyeringai di atas lukisannya.
Kecenderungan penggunaan teks hampir memenuhi seluruh karyanya untuk menyusun statement yang kuat, menyampaikan persepsi dan melengkapi bentuk rupa, seperti instalasi mobil yang dilengkapi dengan tulisan “Aaah pusing… Sialan… jalannya macet, Polusi udaranya gila lagi, Suara gaduh apaan tuh”. Kekuatan teks-teks yang disusun merupakan hasil ketekunan Entang dalam mengumpulkan teks dari berbagai sumber sejak tinggal di Amerika Serikat pada pertengahan 1990. Dan Entang mengungkapkannya bukan dalam tafsiran tunggal agar terdapat jeda berpikir bagi apresiator untuk menafsirkan makna secara personal.

Pandangan Entang dalam melihat realitas baik potret diri, masyarakat dan lingkungan, tidak hanya dari permukaan, tetapi lebih detail dan mendalam seperti halnya cinta dengan hasrat menaklukan. Karyanya menyajikan eksplorasi dan olahan karya yang memikat dengan kekuatan imajinasi, teks dan simbol. Entang menggeliat dengan nikmat di setiap peristiwa-peristiwa, dengan respon dan reaksi melalui karyanya yang kritis dan memikat.
Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Love Me Or Die: Hasrat dan Gairah Menaklukan








