
Pers Release
“3 Fragmen” Kisah Kaum Marginal Dalam Repertoar Sabun Colek
Kerinduan sangat kami kepada Teater setelah beberapa tahun meninggalkan panggung, kerinduan ini kami salurkan pada lakon “Repertoar Sabun Colek”, bercerita tentang kisah kaum marginal yang sudah tak asing di telinga dan lingkungan kita, tetapi apakah kita pernah menelusuri bahkan berempat lebih jauh?
Teater Stasiun kali ini mencoba mengangkat kisah kaum marginal yang kami sebut “Kaum sabun colek” hasil dari observasi dan pengamatan lebih dekat. Kata “Sabun colek” mengingatkan kita pada deterjen yang umum dipakai masyarakat pinggiran kaum saluran got mampet yang terhempas dari narasi besar kebijakan politik.
Lakon sabun colek karya dan sutradara: Edian Munaedi, mengandung pengertian kisah yang mengetengahkan situasi dan kondisi yang tanpa pilihan. Seperti menegaskan kestatisan antara harapan dan keputusasaan. Dilema pada situasi hidup yang berputar seperti lingkaran, tokoh seperti terikat pada situasi ketidakbebasan, hingga waktu seakan berhenti.
Terdapat tiga framen yang akan kami pentaskan, diantaranya: “Knalpot Bajaj, Got Mampet dan Ojeg Prihatin” ketiga kisah ini dipenuhi logika dan perasaan yang sukar dicerna akal. Kisah yang remeh temeh dan kurang terperhatikan oleh kita.
Kisah yang sering berlalu tanpa tanda baca dari penyimak yang cenderung mengerling pada kehidupan kaum menengah atas. Berbeda dengan lingkungan saluran got, merupakan pojokan sampah yang menggunung dan bau menyengat.
”Tragedi Kaum Sabun Colek hanya mendapat perhatian bila sudah membuat got mampet dan sebarkan aroma tak sedap”
Waktu dan Tempat Pementasan: Kamis, 24 Mei 2012, pukul 19.30 WIB, Bentara Budaya Jakarta, Jl.Palmerah Selatan No 17, Jakarta Pusat.
Informasi & konfirmasi: Humas dan Media, Selvi 0857 2194 1986
Tentang Teater Stasiun:
Berdiri tahun 1993 atas prakarsa para aktifis karang taruna kelurahan Angke. Nama stasiun sendiri diambil lebih karena kedekatan tempat tinggal teman-teman dari stasiun angke dipinggiran Jakarta Barat.Setelah tahun 1994 keanggotaan teater stasiun bukan cuma hanya kedekatan tempat tinggal, tapi lebih karena kedekatan pemikiran dan idealisme.
Beberapa yang pernah dimainkan oleh grup ini, antara lain, FAJAR SADIQ (Emil Sanosa), TANDA SILANG (Eugene Oneil), PINANGAN (Anton P Checov), KARAKHOUSH (Vredy Kasta Marta), BUI (Akhudiat) NYANYIAN ANGSA, (Anton P Checov) TERORIS (Albert Camus). Selain pernah menjadi juara umum pada Festival Teater Karang Taruna se-Jakarta Barat tahun 1993. Teater Stasiun pada tanggal 11 april 1996 dinobatkan sebagai grup SENIOR karena sudah berhasil selama tiga (3) kali berturut-turut sejak tahun 1994, 1995 dan 1996, menjadi juara pada Festival Teater Jakarta tingkat DKI Jakarta.
Add this page to your favorite Social Bookmarking websites




