|
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jogja memang istimewa. Ketika polemik status keistimewaan Propinsi DIY tak juga ada kejelasan, rakyat pun melawan. Tidak dengan sikap anarkis dan angkat senjata, tetapi dengan sebuah Kirab Budaya. Ini sebuah perlawanan khas rakyat Jogjakarta, yang telah terbukti mampu melindungi Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dari cengkeraman penjajah Belanda. Sebuah prosesi perlawanan rakyat yang berlandaskan falsafah Jawa "nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake". Dan momentum perlawanan ini akan terus digemakan masyarakat Jogja, manakala pemerintah pusat masih saja bersikap arogan dan tak mendengar aspirasi rakyat Jogja.
Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Ada kesibukan yang tak biasa di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (16/1). Lokasi yang biasanya sepi, tiba-tiba penuh dengan hingar bingar ratusan anak dan berubah menjadi sebuah kawasan elit nan sibuk dengan nama baru “Kota Ceria Wonder Land”. Di kota ini selain kawasan pertokoan, juga ada Bank, Kantor Imigrasi, Kantor Polisi dan Kantor Dinas Kebersihan. Semua penghuninya taat aturan sehingga siapapun yang melanggar aturan seperti: tidak mempunyai paspor, membuang sampah sembarangan atau berbuat onar dipastikan akan ditangkap oleh seorang “Kapoltacil” atau Kepala Polisi Kota Kecil yang usianya baru sekitar 5 tahun.
Indonesiaseni.com, Yogyakarta – Ada yang menarik perhatian pengunjung pada pembukaan Biennale Anak 2010 di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat, (15/1). Selain karnaval dan pentas kesenian anak-anak, perhatian pengunjung tertuju pada atraksi Sepeda Laba-Laba. Kendaraan yang dirangkai menggunakan mesin diesel dengan roda yang terbuat dari bambu itu berjalan dengan menggunakan prinsip dasar robot. Tapi jangan salah, meski menggunakan prinsip robot, hebatnya, semua jari-jari laba-laba ini terbuat dari bambu.
Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Sebagai upaya memberi ruang bagi anak untuk berani mengekspresikan diri dalam bidang seni, Taman Budaya Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Biennale Anak 2010. Kegiatan yang bertema ”doKuMEnkU” ini diselenggarakan mulai 15 - 22 Januari 2010 di Taman Budaya Yogyakarta dan akan dibuka oleh Permasuri Kraton Yogyakarta GKR Hemas. |

