Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Mengingkari Keagungan Teater

Pertunjukan RAMBUT PALSU, karya Peter Karvas oleh Teater CassanovaPada kebermulaannya teater adalah sebuah kebersamaan yang saling meluruhkan tubuh dalam sebuah entitas yang saling telanjang. Teater merespon “ketidaktahuan teks”dalam sebuah media yang paling intim, yaitu tubuh.…

“Repertoar Sabun Colek”, Tentang yang Terpinggirkan

IndonesiaSeni.com - Teater Stasiun kembali berkarya setelah pementasan “Teroris” Albert Camus, tahun 2006 silam. “Repertoar Sabun Colek” karya Edian Munaedi, yang menulis naskah sekaligus menyutradarai pementasan ini hadir untuk melepaskan kerinduan dalam ruang teater, sekaligus…

“Repertoar Sabun Colek”, Tentang yang Terpinggirkan “Repertoar Sabun Colek”, Tentang yang Terpinggirkan

Pantomim, Bentuk “Therapy” untuk Masyarakat

Sewaktu kecil, saya pernah menonton pertunjukan teater Septian Dwi Cahyo  yang tidak bersuara di layar TVRI. Saya pun pernah menonton film bisu Charlie Chaplin yang mengandalkan gerak-gerik kocak. Lalu, orangtua saya berkata kalau itu adalah…

"Sie Jin Kwie di Negeri Sihir", Satu “Koma” Lagi dari Teater Koma

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Alkisah seorang jendral besar bernama Sie Jin Kwie memimpin pasukan Tang berperang ke Barat. Namun, dalam pertempuran, Sie Jin Kwie terluka parah dan nyaris sekarat, bahkan arwah Sie Jin Kwie sempat melayang…

Menimbang Lapuk, Menimang Kusuk

IndonesiaSeni.com, Padang - Lampu telah dipadamkan. Pertanda pertunjukan akan segera dimulai. Malam itu sekira pukul 20:00, Rabu (21/12), pementasan dengan judul “Menimbang Lapuk” oleh Komunitas Seni Intro dipertunjukkan di pentas Teater Utama Taman Budaya Padang.…

Search
Search Keyword: Total 9 results found.
Tag: Budaya Ordering

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat deras. Sementara itu, di sisi yang lain, puluhan penari secara ekspresif menyuguhkan pementasan Opera "Wayang Milenium".

"Saya ingin mencoba dan memahami mengapa begitu banyak orang melakukan

kejahatan dalam nama identitas," -- Amin Maalouf, In The Name of Identity

 

Pada tahun 2001 seorang perupa kenamaan Indonesia, Entang Wiharso, membuat sebuah pameran tunggal bertitel “Nusa Amuk”. Pameran di Bentara Budaya dan Taman Budaya Jogjakarta yang dikuratori oleh Jim Supangkat dan ko-kurator Suwarno Wisetrotomo ini merupakan sebuah refleksi atas beberapa kejadian, khususnya di sekitar era reformasi 1997-1998, dimana banyak terjadi kasus kekerasan fisik dan konflik berdarah di Indonesia yang cukup menggegerkan dunia internasional. Sekitar tahun 1996-2001 Indonesia memang tengah mengalami masa pergolakan yang cukup luar biasa. Ambruknya penguasa rezim Orde baru Suharto didahului oleh krisis moneter dan disintegrasi sosial yang melahirkan serangkaian kerusuhan; demo mahasiswa dan masyarakat, penjarahan, pembakaran tempat ibadah, pemerkosaan etnis tertentu (terutama Tionghoa) dan ketika akhirnya Suharto mengundurkan diri, meletus beberapa kasus perang antar etnis yang mengancam keutuhan bangsa. Media-media internasional menyebut peristiwa kekerasan berdarah itu sebagai Amok. Sebuah suku kata dalam bahasa melayu yang berarti kemarahan yang luar biasa dan tidak bisa terjelaskan oleh akal sehat.

Gaya Taufiq Ismail Membungkam…

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Untuk kepentingan “dakwah”-nya, Taufiq Ismail telah menggunakan pengaruh teman-teman dekatnya untuk membungkam apa yang dia tuduhkan sebagai orang-orang “Lekra generasi ketiga.” Stigma lama ini menimpa anak-anak muda yang bergabung dalam Bumi Tarung Fans Club, yang menyelenggarakan acara diskusi senirupa, sebagai bagian dari kampanye informasi publik menyongsong ulangtahun ke-50 dan pameran akbar Bumi Tarung, yang akan digelar di Galeri Nasional, Jakarta, September mendatang.

Citra Negatif "Kota Kembang"

 

 

IndonesiaSeni.com, Bandung - Kota-kota di Indonesia memiliki julukan masing-masing, sesuai karakteristik dan sejarah kotanya. Kalau Yogyakarta dijuluki kota pelajar, karena banyak menghasilkan intelektual dan cendekiawan, dan Surabaya dijuluki kota pahlawan karena aksi heroik masyarakatnya pada masa revolusi fisik dulu, maka Bandung dijuluki kota kembang. Julukan Bandung sebagai kota kembang terdengar manis di telinga siapa saja yang mendengarnya. Namun, apakah yang dimaksud dengan istilah kota kembang ini? Identikkah Bandung dengan kembang?

Melawan Arogansi Dengan Kirab Budaya

 

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jogja memang istimewa. Ketika polemik  status keistimewaan Propinsi DIY tak juga ada kejelasan, rakyat pun melawan. Tidak dengan  sikap anarkis dan angkat senjata, tetapi dengan sebuah Kirab Budaya. Ini sebuah perlawanan khas rakyat Jogjakarta, yang telah terbukti mampu melindungi Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dari cengkeraman penjajah Belanda. Sebuah prosesi perlawanan rakyat yang berlandaskan falsafah Jawa "nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake". Dan momentum perlawanan ini akan terus digemakan masyarakat Jogja, manakala pemerintah pusat  masih saja bersikap arogan dan tak mendengar aspirasi rakyat Jogja.

Sanggar Motekar dan Pewarisan Seni Tradisi Sunda

 

 

Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini ibarat Kabayan yang linglung di tengah kesibukan kota metropolitan. Terjadi krisis budaya akut di sini. Tapi di tengah gejala itu, berdiri sebuah sanggar yang punya tujuan luhur: mewariskan seni tradisi Sunda. Sanggar tersebut bernama Motekar.

Menengok Kesibukan “Kota Ceria Wonder Land”

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Ada kesibukan yang tak biasa di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (16/1). Lokasi yang biasanya sepi, tiba-tiba penuh dengan hingar bingar ratusan anak dan berubah menjadi sebuah kawasan elit nan sibuk dengan nama baru “Kota Ceria Wonder Land”. Di kota ini selain kawasan pertokoan, juga ada Bank, Kantor Imigrasi, Kantor Polisi dan Kantor Dinas Kebersihan. Semua penghuninya taat aturan sehingga siapapun yang melanggar aturan seperti: tidak mempunyai paspor, membuang sampah sembarangan atau berbuat onar dipastikan akan ditangkap oleh seorang “Kapoltacil” atau Kepala Polisi Kota Kecil yang usianya baru sekitar 5 tahun.

Sepeda Laba-Laba Menarik Perhatian Pengunjung Biennale Anak

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta – Ada yang menarik perhatian pengunjung pada pembukaan Biennale Anak 2010 di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat, (15/1). Selain karnaval dan pentas kesenian anak-anak, perhatian pengunjung tertuju pada atraksi Sepeda Laba-Laba. Kendaraan yang dirangkai menggunakan mesin diesel dengan roda yang terbuat dari bambu itu berjalan dengan menggunakan prinsip dasar robot. Tapi jangan salah, meski menggunakan prinsip robot, hebatnya, semua jari-jari laba-laba ini terbuat dari bambu.

”Biennale Anak 2010” Kegiatan Seni Untuk Anak

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Sebagai upaya memberi ruang bagi anak untuk berani mengekspresikan  diri dalam bidang seni, Taman Budaya Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Biennale Anak  2010. Kegiatan yang bertema ”doKuMEnkU” ini diselenggarakan mulai 15 - 22 Januari 2010 di Taman Budaya Yogyakarta dan akan dibuka oleh Permasuri Kraton Yogyakarta GKR Hemas.