Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Benarkah Tak Ada Karya Sastra Indonesia yang Mendunia Selama 100 Tahun?

Bulan Februari 2013 ini, ramai dibicarakan soal polemik Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, dengan Damar Juniarto alias Amang Suramang, seorang publisis dan moderator komunitas baca Goodreads. Polemik berawal, ketika Damar menulis sebuah artikel di…

Puisi-Puisi Sarah Monica

SANG PEMBURUDengarlah, hai sang penguasa waktu;tanahMu berhutang atas tiap denyut yang darahku getarkan,lautMu mengemis dari tiap garam yang aku teteskan,dan di puncak ubun-ubunku, langitMu tidak lagi merajaatas takdir yang kugoreskan sendiri di urat keningku.Di mana…

Tarian Kata - kata: Bedah Buku dan Pertunjukan Puisi Badruddin Emce

Hanya para pendendam tega menyalahkanmu,lalu menangkapmu, memenjarakanmuseumur puisi.IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Baris-baris dalam puisi Diksi Para Pendendam itu dibacakan di depan puluhan hadirin dalam acara Tarian Kata-Kata: bedah buku dan pertunjukan puisi Diksi Para Pendendam karya…

Cerpen: Cawat dan Kutang Ibu

        Saya hampir lupa kapan terakhir Ibu membeli kutang dan cawat baru untuk memberi baju identitas perempuan-nya itu. Dulu Ibu adalah seorang pedagang pakaian, kembali saya ingat-ingat, Ibu memang tak pernah membeli kutang dan cawat,…

Cerpen: Mandul

Sudah lebih dari enam bulan aku tinggal di Jakarta. Meninggalkan kampung halamanku di Gunung Kidul karena tak lagi ada asa untuk bertahan hidup. Tanah di kampungku tak lagi bisa ditanami sayur-mayur, karena sebab panjang makin…

Search
Search Keyword: Total 4 results found.
Tag: Karnaval Ordering
Melawan Arogansi Dengan Kirab Budaya

 

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jogja memang istimewa. Ketika polemik  status keistimewaan Propinsi DIY tak juga ada kejelasan, rakyat pun melawan. Tidak dengan  sikap anarkis dan angkat senjata, tetapi dengan sebuah Kirab Budaya. Ini sebuah perlawanan khas rakyat Jogjakarta, yang telah terbukti mampu melindungi Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dari cengkeraman penjajah Belanda. Sebuah prosesi perlawanan rakyat yang berlandaskan falsafah Jawa "nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake". Dan momentum perlawanan ini akan terus digemakan masyarakat Jogja, manakala pemerintah pusat  masih saja bersikap arogan dan tak mendengar aspirasi rakyat Jogja.

Menengok Kesibukan “Kota Ceria Wonder Land”

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Ada kesibukan yang tak biasa di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (16/1). Lokasi yang biasanya sepi, tiba-tiba penuh dengan hingar bingar ratusan anak dan berubah menjadi sebuah kawasan elit nan sibuk dengan nama baru “Kota Ceria Wonder Land”. Di kota ini selain kawasan pertokoan, juga ada Bank, Kantor Imigrasi, Kantor Polisi dan Kantor Dinas Kebersihan. Semua penghuninya taat aturan sehingga siapapun yang melanggar aturan seperti: tidak mempunyai paspor, membuang sampah sembarangan atau berbuat onar dipastikan akan ditangkap oleh seorang “Kapoltacil” atau Kepala Polisi Kota Kecil yang usianya baru sekitar 5 tahun.

Sepeda Laba-Laba Menarik Perhatian Pengunjung Biennale Anak

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta – Ada yang menarik perhatian pengunjung pada pembukaan Biennale Anak 2010 di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat, (15/1). Selain karnaval dan pentas kesenian anak-anak, perhatian pengunjung tertuju pada atraksi Sepeda Laba-Laba. Kendaraan yang dirangkai menggunakan mesin diesel dengan roda yang terbuat dari bambu itu berjalan dengan menggunakan prinsip dasar robot. Tapi jangan salah, meski menggunakan prinsip robot, hebatnya, semua jari-jari laba-laba ini terbuat dari bambu.

”Biennale Anak 2010” Kegiatan Seni Untuk Anak

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Sebagai upaya memberi ruang bagi anak untuk berani mengekspresikan  diri dalam bidang seni, Taman Budaya Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Biennale Anak  2010. Kegiatan yang bertema ”doKuMEnkU” ini diselenggarakan mulai 15 - 22 Januari 2010 di Taman Budaya Yogyakarta dan akan dibuka oleh Permasuri Kraton Yogyakarta GKR Hemas.