|
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ada wajah haru yang tak mampu disembunyikan Daniel Sahuleka, melihat betapa parahnya lokasi bencana Merapi. Penyanyi Belanda yang populer dengan lagu "Don’t Sleep Away" itu mengaku prihatin dan sedih melihat kondisi para pengungsi. "Aku tak bisa bilang apapun. Sungguh aku sangat sedih melihat mereka," ujar Daniel Minggu (2/1) di Jogja.
“Kalau cinta, bang//Bukan ketok magic//Ditutup-tutup pantang dilirik//Cinta terasa asyik//Berbunga-bunga saat dipetik//Kalau cinta, bang//Bukan super market//Mengada-ada biar kepelet//Cinta kan tetap lengket//Tak akan pudar walau kepepet...” Pernahkan Anda mendengar sebagian kutipan lagu tadi? Lagu tadi berjudul “Cinta Ketok Magic” yang dipopulerkan oleh penyanyi dangdut Evi Tamala pada 1992 lalu. Adalah almarhum Nano Suratno yang menciptakan lagu itu. Selain lagu “Cinta Ketok Magic”, beliau juga menciptakan lagu “Kalangkang” (Bayangan) yang dipopulerkan oleh Nining Meida pada 1989, dan “Cinta” yang dinyanyikan oleh Hetty Koes Endang. Lagu Cinta Ketok Magic dan Kalangkang meraih HDX Award tingkat nasional, sebab meledak di pasaran.
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ketika popularitas dan kemewahan telah didapat, apalagi yang diinginkan manusia kecuali mendekatkan diri pada Sang Khaliq? Kondisi ini yang nampaknya mulai dirasakan penyanyi legendaris Iwan Fals. Pasca meninggalnya anak lelakinya, Galang Rambu Anarkhi, Iwan memang terlihat semakin tenang dan santun baik dalam penampilan di panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari.
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ada kemeriahan yang tak biasa di Bentara Budaya Yogyakarta Senin (5/4) lalu. Sejumlah pemusik jazz tanah air seperti Dwiki Darmawan, Trie Utami dan penyanyi senior Waldjinah hadir pada pentas Jazz Mben Senen , yang biasa digelar tiap Senin Malam. Namun, kehadiran penyanyi dan musisi malam itu memang spesial karena “Jazz mBen Senen” tengah melakukan penggalangan dana dan "Umbul Donga" (doa bersama) untuk musisi dan komposer Singgih Sanjaya yang saat ini sedang dalam perawatan serius karena stroke yang dideritanya. Sejak awal Maret lalu Singgih terkena serangan stroke dan sempat dirawat sekitar satu minggu di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Saat ini kondisi Singgih Sanjaya belum pulih benar dan masih terus melakukan rawat jalan.
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Tika and The Dissidents, sebuah band yang memprovokasi pendengarnya untuk mencoba berpikir ulang, membuka ruang pandang dan kemungkinan tentang berbagai hal; Bahwa cinta tak hanya sah bila dijalani antara laki-laki dan perempuan saja. Patah hati tak harus membuat kita menjadi cengeng. Bahwa televisi ternyata bukan teman terbaik kita, karena realitas yang tersaji di layar kaca seperti bius yang mematikan, membuat kita lupa dan malas untuk berpikir kritis. Pembunuhan intelektualitas yang dianalogikan seperti ketika Pol Pot membantai ribuan orang tak berdosa di Kamboja itu disampaikan dalam irama tango yang segar dengan lirik seperti ini :
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Bagi sekelompok orang musik jazz mungkin dianggap sebagai musik yang elit. Namun, pandangan itu tak berlaku bagi para musisi jazz di Yogyakarta. Mereka yang tergabung dalam Komunitas Jazz Jogja, justru berkeinginan meruntuhkan eksklusifitas musik jazz dan menjadikan jazz sebagai musik rakyat. |