Di Jawa, segera ketika Jepang berkuasa, stasiun pemancar yang ada dikontrol oleh Sendenbu dan dibentuk Djawa Hoso Kanrikyoku (Biro Pengawas Siaran Djawa). Hoso Kanrikyoku ini dipimpin oleh Tomabechi. Hoso Kanrikyoku kemudian membangun cabang-cabang pada kota-kota besar di Jawa yang disebut dengan Hoso Kyoku, seperti di Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Surakarta, Malang, Surabaya, Semarang, termasuk Jakarta. Jakarta Hoso Kyoku (Pemancar Radio Jakarta) dipimpin oleh Shimaura. Pada 7 Maret 1942, Pemancar Radio Jakarta mulai mengudara. Pemancar Radio Jakarta berada pada gelombang 80,30 meter (Proyek Penelitian dan Pengembangan Penerangan Deppen RI dan Fakultas Sastra Unpad, 1978-1979: 59-62).