Friday, May 24th

Last update08:13:06 AM GMT

You are here: Home
Search
Search Keyword: Total 24 results found.
Tag: Seni Pertunjukan Ordering

Sewaktu kecil, saya pernah menonton pertunjukan teater Septian Dwi Cahyo  yang tidak bersuara di layar TVRI. Saya pun pernah menonton film bisu Charlie Chaplin yang mengandalkan gerak-gerik kocak. Lalu, orangtua saya berkata kalau itu adalah pantomim. Umumnya seni pertunjukan teater mengandalkan dialog antarpemain untuk berinteraksi. Tapi tidak dengan pantomim. Pantomim yang dalam Bahasa Latin disebut pantomimus adalah pertunjukan teater yang menggunakan isyarat sebagai dialognya. Isyarat tersebut tadi hadir dalam bentuk mimik wajah dan gerak tubuh. Istilah pantomim sendiri berasal dari Bahasa Yunani yang artinya “serba isyarat”.

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Alkisah seorang jendral besar bernama Sie Jin Kwie memimpin pasukan Tang berperang ke Barat. Namun, dalam pertempuran, Sie Jin Kwie terluka parah dan nyaris sekarat, bahkan arwah Sie Jin Kwie sempat melayang ke akhirat. Sebelum dikembalikan ke dunia fana, Sie Jin Kwie sempat diperlihatkan sebuah masa depan, yang mana ia kelak akan mati di tangan putranya sendiri, yaitu Sie Teng San. Demikianlah sepenggal kisah yang akan ditampilkan kelompok Teater Koma, pada 1 - 31 Maret 2012, di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta. Setelah sukses dalam pertunjukan-pertunjukan sebelumnya, yaitu Sie Jin Kwie (2010) dan Sie Jin Kwie Kena Fitnah (2011), Teater Koma memberikan satu koma lagi pada perayaan hari ulang tahun Teater Koma yang ke-35 lewat lakonnya yang ke 126 yaitu "Sie Jin Kwie di Negeri Sihir".

IndonesiaSeni.com, Padang - Lampu telah dipadamkan. Pertanda pertunjukan akan segera dimulai. Malam itu sekira pukul 20:00, Rabu (21/12), pementasan dengan judul “Menimbang Lapuk” oleh Komunitas Seni Intro dipertunjukkan di pentas Teater Utama Taman Budaya Padang. Sutradara pementasan ini Della Nasution, ialah seorang seniman perempuan yang penuh dedikasi terhadap jalur seni yang ia pilih, dalam hal ini seni teater. Ia peraih Empowering Women Artist (EWA) dari Yayasan Kelola, sebuah yayasan yang berpusat di Jakarta, yayasan ini telah membidani beragam kegiatan kesenian dan kebudayaan di Indonesia. Program EWA ini berangkat dari fakta bahwa hanya 25% seniman perempuan di Indonesia, sehingga seniman-seniman perempuan ini patut diapresiasi lebih baik oleh masyarakatnya melihat kerja keras dan ketekunan mereka berproses dalam kesenian. Yayasan Kelola dengan program EWA ini memberi kesempatan bagi seniman-seniman perempuan Indonesia dengan pendanaan dan pembinaan manajemen artistik selama tiga tahun penuh.

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat deras. Sementara itu, di sisi yang lain, puluhan penari secara ekspresif menyuguhkan pementasan Opera "Wayang Milenium".

Festival Teater Jakarta 2011 Dimulai, 14 Grup Teater se-Jakarta Siap Unjuk Gigi

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Gelaran Festival Teater Jakarta 2011 resmi dibuka Selasa malam, 29 November, dan akan berlanjut  hingga 14 Desember 2011. FTJ Kali ini akan menampilkan 14 grup teater hasil seleksi dari lima wilayah Jakarta, yang tampil menyebar di beberapa ruang pertunjukan di Jakarta. FTJ yang ke-39 sejak digelar pertama kali tahun 1976 ini mengambil tema “Membaca Aku, Membaca Laku” yang dimaksudkan menjadikannya sebagai  platform pembentukan potensi teaterawan ibukota.

Dendam Nyai Calon Arang

 

 

“Hinalah derajat keturunanku. Aku calon Arang, akan membinasakan hingga akar derajat keturunannya”IndonesiaSeni.com, Jakarta - Petikan di atas merupakan deretan percakapan dalam cerita rakyat Jawa-Bali, pada abad ke-12 yang dibawakan dalam  Festival Teater Jakarta (FTJ) 2010, yang berlangsung di gedung Teater Kecil dan Teater Luwes, Taman Ismail Marzuki, tertanggal 16-24 Desember 2010. Meskipun tidak tampil sebagai pembuka, kelompok teater Stage Corner Community, dengan sutradara Dadang Badoet yang membawakan pertunjukan yang berjudul, Ni Rangda. Karya yang berangkat dari tafsir bebas buku, Calon Arang karya Pramoedya Ananta Toer tampil cukup memukau.

"Kiamat": Apatis, Empati, Kehancuran

 

 

IndonesiaSeni.com, Bandung - Lakon ini bermula dengan gambaran imajinasi dari luar angkasa. Ke-empat aktor dengan kostum dinamis memerankan penghuni tata surya - Matahari, Mars, Venus dan Saturnus - berkumpul dalam kosmos; Menyanyikan lagu planet dengan irama, gesture dan dialog yang bebas, mencerminkan tata surya yang riang gembira. Hingga matahari melihat keanehan pada Bumi. Bulan lalu berceloteh, Bumi sedang sakit karena mempunyai “Kutu”, sebuah perumpamaan untuk manusia. Matahari menyuruh komet bernama “Konrad” untuk meluncur dengan cepat ke Bumi dalam waktu satu bulan, agar terjadi benturan hebat dan Bumi terbebas dari manusia serta penyakit yang radikal. Komet lalu meluncur dengan kencang dan berteriak, “Tuhan, semua akan hancur!!”. Suasana panggung mulai tegang. Manusia-manusia memakai masker dengan gerakan-gerakan tubuh tidak teratur diiringi pengeras suara dengan kata-kata meluber tak beraturan. Muncul Jurnalis (Heliana Sinaga) mengabarkan berita dari Paris, London, Shanghai, Budapest dan Indonesia. “Halo! Siapa di sana? Siapa yang bicara? Apakah di sana Sang Waktu? Kami membawa berita! Jika langit tak lagi bisa berbuat apa-apa: Dunia akan kiamat empat minggu lagi”.

Pulau Onrop - Pulau Cinta

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Di pulau ini tidak ada yang diperkosa, baik fisik maupun mental, yang ada hanyalah norma-norma sosial yang disebut toleransi.Kata pulau adalah kata yang akrab di telinga. Setiap mendengar kata pulau mungkin yang pertama kali terbayang adalah tentang keindahan, kesenangan dan kebebasan, dan secara bersengaja akan mengatakan pulau kebahagiaan itu ada di pulau Bali. Pulau yang sangat seksi. Mungkin pemikiran dan pernyataan tersebut tidaklah salah. Yang pasti setiap orang, memiliki pulau idamannya masing-masing, baik pulau yang ada di dalam negeri maupun pulau yang ada di luar negeri.

Lewat Kereta Kencana,  Putu Wijaya  Mengenang Rendra

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Setelah dipentaskan pada Desember 2009 di Magelang, drama “Kereta Kencana” karya WS Rendra kembali dipentaskan oleh Putu Wijaya selama dua hari pada tanggal 9 dan 10 Juni 2010, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Pertunjukan teater yang penuh filsafat dan spiritual itu, muncul dengan gaya baru. Meski minim pemain, Putu ingin agar naskah yang telah ditulis setengah abad ini, mendapat hawa baru. Penuh improvisasi baru dan muncul sebagai tawaran lain.

 

Gandrik Yogya, Tak Mati Gaya

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ketika kelompok Teater di Indonesia mulai tenggelam, Kelompok Teater Gandrik dari Yogyakarta terus berkreasi. Bahkan belum lama ini, kelompok teater yang dimainkan oleh Butet Kartaredjasa Cs itu kembali hadir di hadapan publik mementaskan lakon PAN-DOL atau Panti Idola. Sebuah parodi getir tentang fenomena pemberantasan korupsi. Pentas yang diselenggarakan selama dua malam di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pun dibanjiri ribuan penonton.

Riwayat Sandiwara Penggemar Maya 1944-1950 (Bagian Kedua)

 

 

Di Jawa, segera ketika Jepang berkuasa, stasiun pemancar yang ada dikontrol oleh Sendenbu dan dibentuk Djawa Hoso Kanrikyoku (Biro Pengawas Siaran Djawa). Hoso Kanrikyoku ini dipimpin oleh Tomabechi. Hoso Kanrikyoku kemudian membangun cabang-cabang pada kota-kota besar di Jawa yang disebut dengan Hoso Kyoku, seperti di Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Surakarta, Malang, Surabaya, Semarang, termasuk Jakarta. Jakarta Hoso Kyoku (Pemancar Radio Jakarta) dipimpin oleh Shimaura. Pada 7 Maret 1942, Pemancar Radio Jakarta mulai mengudara. Pemancar Radio Jakarta berada pada gelombang 80,30 meter (Proyek Penelitian dan Pengembangan Penerangan Deppen RI dan Fakultas Sastra Unpad, 1978-1979: 59-62).

“Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh” dan Metamorfosis Karakter Perempuan

IndonesiaSeni.com, Bandung - “Aku tak tahu sampai berapa lama bukit daging itu berada bersama denganku. Aku pingsan. Aku tak tahu lagi apa yang terjadi. Begitu aku siuman kembali, kuketahui aku bukan si Sanikem yang kemarin. Aku telah jadi Nyai yang sesungguhnya. Dan nama Sanikem hilang untuk selamanya”.

Riwayat Sandiwara Penggemar Maya 1944-1950   (Bagian Pertama)

 

 

Di tengah semaraknya dunia panggung sandiwara dan tekanan sensor yang luar biasa dari pemerintah pendudukan Jepang, muncul satu perkumpulan sandiwara yang diam-diam menyelipkan cita-cita kemerdekaan. Perkumpulan tersebut adalah Sandiwara Penggemar1 Maya.

Kasih Sayang Esensial dalam Lakon “Yang tersisa”

 

 

IndonesiaSeni.com, Bandung - Nilai hidup bagi manusia terletak pada kasih sayang, sekalipun kenangan dan usia muda telah terlewati dan yang ada hanya pengharapan terakhir. Gambaran refleksi serupa tersirat dari pementasan teater “Yang Tersisa” karya sastrawan dan penulis Prancis, Serge Mercier, oleh Studiklub Teater Bandung di auditorium CCF Bandung, 28 – 29 April.

Wayang Ukur, Pembaruan Seni Pakeliran

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ketika wayang dimaknai dengan seni bayang-bayang, barangkali pemahaman itu perlu diaktualisasi. Dan hal itu yang dilakukan oleh almarhum Ki Sukasman yang mengagas lahirnya jenis Wayang Ukur. Sebuah gagasan 'menyimpang' dari pementasan wayang kulit pada umumnya. Sebab, dalam konsep Wayang Ukur, kelir (layar-red) bukan difungsikan sebagai pembatas antara dalang dengan penonton tetapi menjadi bagian dari 'properti' pementasan. Lebih dari  itu, kelir menjadi media untuk menampilkan illustrasi 3 dimensi untuk memperkuat ilustrasi lakon.

Srimpi Gambir Sawit Yang Terancam

 

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Kesenian tari, merupakan salah satu potensi budaya kota Yogyakarta, oleh karena itu Taman Budaya Yogyakarta belum lama ini melakukan dokumentasi tari klasik yang belakangan ini eksistensinya mulai terancam. Salah satunya adalah seni tari klasik Srimpi Gambir Sambit yang telah 18 tahun tak pernah dipentaskan dan terancam eksistensinya.

Ribuan Penonton Saksikan Nyanyian Angsa Teater Gendhing

 

 

IndonesiaSeni.com, Muaraenim - Hari Sabtu (20/2) pukul 17.00, saya sampai di Kota Muara Enim Sumatera Selatan, sebuah kota kecil yang baru beberapa hari sebelumnya tertimpa banjir dan angin puting beliung, tepatnya di depan Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu. Rencananya menonton pentas teater yang tercatat di spanduk dan baliho depan gedung ini, yaitu drama musikal Nyanyian Angsa karya Anton Chekov yang digarap Komunitas Gendhing Muaraenim dengan sutradara Fikri Ms. Antusias tentunya untuk dapat menyaksikan karya Anton Chekov dengan aktor dan sutradara dari desa Muaraenim. Apakah terjadi akulturasi antara budaya Rusia dengan budaya Muaraenim Sumatera Selatan yang kental dengan budaya lisan.

Kamadjaja, Perjuangan di Atas Panggung Sandiwara

Karkono Kamadjaja Partokoesoemo atau lebih dikenal sebagai Kamadjaja lahir di Surakarta pada 23 November 1915. Dia merupakan salah satu penggerak kemerdekaan Indonesia dan aktif dalam bidang politik, salah satunya menjadi anggota PNI. Namun di balik kiprahnya di dunia politik, tidak banyak yang mengetahui bahwa ia juga seorang seniman teater yang aktif di masa pendudukan Jepang.

Keriangan Pantomim dan Musik "Don Juan"

 

 

Indonesiaseni.com, Bandung - Kecenderungan umum teater Jerman dengan aksentuasi yang kuat pada unsur hiburan hadir lewat pertunjukan pantomim “Don Juan” yang disutradarai maestro pantomim asal Jerman, Milan Sladek. Pertunjukan “Don Juan” merupakan hasil kerjasama Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan Goethe-Institut sebagai bagian dari program kerjasama internasional IKJ tahun ini yang tengah merayakan 40 tahun usianya. Setelah sebelumnya dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, pertunjukan “Don Juan” hadir di Taman Budaya Jawa Barat, Bandung, 9 dan 10 Februari lalu.

“Wayang Keroncong Cuk & Cis”, Wajah Baru Teater Modern Indonesia

 

 

Indonesiaseni.com, Surabaya - Menghadirkan warna baru dalam wajah teater modern Indonesia menjadi spirit bagi kelompok behindtheactors Bandung yang meramu wayang, musik keroncong, akting dan tari sekaligus dalam satu pertunjukan. behindtheactors membawa kreatifitas dan inovasi mereka dalam pementasan “Wayang Keroncong Cuk & Cis”, di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (27/1). Pertunjukan “Wayang Keroncong Cuk & Cis” distrudarai oleh Asep Budiman, berdasarkan cerpen Vincent Mathieu, yang diterjemahkan oleh HB. Jassin.

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Twitter Updates