Saturday, May 25th

Last update08:13:06 AM GMT

You are here: Sosok

Suara Lirih dari Sungai Bedog

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat der...

Sensasi Youtube dan Artis Karbitan

    Sudah hampir dua minggu belakangan ini publik dicekoki oleh aksi Briptu Norman Kamaru, seorang anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Gorontalo yang mendadak melejit namanya karena goyang India-nya di Youtube. Stasiun televisi seperti tidak bosan-bosannya menyetel lagu India dan menyorot...

Gaya Taufiq Ismail Membungkam…

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Untuk kepentingan “dakwah”-nya, Taufiq Ismail telah menggunakan pengaruh teman-teman dekatnya untuk membungkam apa yang dia tuduhkan sebagai orang-orang “Lekra generasi ketiga.” Stigma lama ini menimpa anak-anak muda yang bergabung dalam Bumi Tarung Fa...

Melawan Arogansi Dengan Kirab Budaya

    IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jogja memang istimewa. Ketika polemik  status keistimewaan Propinsi DIY tak juga ada kejelasan, rakyat pun melawan. Tidak dengan  sikap anarkis dan angkat senjata, tetapi dengan sebuah Kirab Budaya. Ini sebuah perlawanan khas rakyat Jogjakarta, ...

Membicarakan “Namaku Mata Hari” dan “Max Havelaar”

    IndonesiaSeni.com, Bandung - Pada 13 Desember 2010 lalu, diadakan acara bertajuk “Sejarah dalam Novel dan Film” oleh Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himse) bekerjasama dengan Penerbit Gramedia dan Perpustakaan Batu Api di Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran...



Search
Search Keyword: Total 3 results found.
Tag: Multimedia Ordering
Sensasi Jogja Biennale X

 

 

Isu utama yang diangkat Jogja Biennale X adalah Gerakan Arsip Seni Rupa. Maksudnya jelas, biennale kali ini yang telah merentang waktu dua puluh tahun mencoba menarik benang merah perjalanan kesenirupaan Jogja. Karenanya, Wahyudin, kurator terpilih melalui seleksi yang dilakukan pihak penyelenggara, dalam hal ini Taman Budaya Yogyakarta, memberi bingkai kuratorial mengenai gerakan arsip seni rupa yang berlangsung di Jogja.

Happening Art “Apa Ini, Apa Itu” Melebur Bersama Alam

 

Indonesiaseni.com, Bali - Merayakan akhir tahun dengan ritual seni, Djagat Art House menggelar Happening Art bertajuk “Apa Ini, Apa Itu” di pantai Lepang dan Studio Suklu, Klungkung, Bali, 29-31 2009. acara ini menghadirkan 27 seniman baik dalam maupun luar negeri yang menyajikan berbagai suguhan kesenian seperti tari, musik, instalasi, fotografi, performance art, dan berbagai pertunjukan lainnya. Seniman yang terlibat di antaranya Agung Gunawan, Cedil, Charlie Crooijmans (Belanda), Daniel Kho, Daniel Zacharias, Danuta Franzen (Polandia), Deasylinada da Ary, Eko Prawoto, Gusti Sudibia, I Gede Made Surya Darma, IG Nengah Hari Mahardika, Joko Dwi Avianto, Made Djirna, Ni Kadek Diah Kristin Natalia (Bali), dan Mireki Jasmiene Okubo (Jepang).

Sekilas Biennale Jogja X 2009

Sekilas Biennale Jogja X - 2009 JOGJA JAMMING: Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja

 

Perempatan lampu merah Gondomanan. Sebuah kotak minuman raksasa berwarna merah bergaris putih ala Coca-Cola terpampang di salah satu tiang pojok lampu merah. Isinya ternyata bukan Coca-Cola minuman bergas itu, melainkan es cendol. Tulisan “es cendol” dengan lekuk-lekuk yang menyerupai bentuk cendol itu terpampang di salah satu sisi kotak tersebut, sedang sisi lainnya bertuliskan “es dawet.” Kotak yang melekat dan membungkus tiang lampu merah itu membuat orang yang melintas di jalan tersebut membaca, dan mungkin mengamatinya. Kotak minuman itu adalah karya dari komunitas RSJ (Rumah Seni Jogja).

  •    Latest News   

  •    Most Read   

  •    Hot News   

Twitter Updates