- All Sections
- content: Lokus (1)
- content: Rupa (4)
|
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Pada kertas dan kanvas Dodo Karundeng mengguratkan nalar deduksinya atas fenomena kehidupan. Biasanya, itu berupa print photograph. Kali ini lain. Otaknya berselancar di atas kertas gambar putih dengan pensil, tinta ballpoint, spidol, begitu saja menuruti fantasi komedi pikirannya. "Otak itu bodoh, tindakanlah yang mencerdaskannya", tagline salah satu kartunnya yang di pamerkan di dinding Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki, 19-28 Februari 2012. Maka, dibantu tindakan kreatiflah ia menghidupkan nalar dalam kesederhanaan gambar untuk menggetarkan kompleksitas memori manusia atas keberlangsungan peristiwa.?"Kalau otak kita tak bergetar, sebuah kartun hanyalah gambar mati di hadapan kita," demikianlah Dodo Karundeng menandaskan tentang kartun dan kinerja kartunis bersama audiens-nya. Sekilas Biennale Jogja X - 2009 JOGJA JAMMING: Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja
Perempatan lampu merah Gondomanan. Sebuah kotak minuman raksasa berwarna merah bergaris putih ala Coca-Cola terpampang di salah satu tiang pojok lampu merah. Isinya ternyata bukan Coca-Cola minuman bergas itu, melainkan es cendol. Tulisan “es cendol” dengan lekuk-lekuk yang menyerupai bentuk cendol itu terpampang di salah satu sisi kotak tersebut, sedang sisi lainnya bertuliskan “es dawet.” Kotak yang melekat dan membungkus tiang lampu merah itu membuat orang yang melintas di jalan tersebut membaca, dan mungkin mengamatinya. Kotak minuman itu adalah karya dari komunitas RSJ (Rumah Seni Jogja). Indonesiaseni.com, Jakarta - “Aksi diam melawan impunitas.” Demikian kata-kata yang tertera di atas selembar kain hitam. Spanduk hitam itu dikelilingi delapan payung hitam terbuka bertuliskan huruf putih, yang hampir semuanya diawali dengan kata “Tuntaskan.” “Tuntaskan kasus tragedi Mei 98,” “Tuntaskan kasus Talangsari 89,” “Tuntaskan kasus 65/66,” dan sebagainya. Di pojok kanan berhadapan dengan payung-payung hitam itu, ada beberapa poster Munir dan poster bergambar orang-orang hilang. Demikian Kontras, salah satu komisi yang menangani kasus orang hilang dan korban tindak kekerasan, melakukan aksinya.
|

