Wednesday, Jun 19th

Last update12:47:50 PM GMT

You are here: Sosok

Suara Lirih dari Sungai Bedog

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat der...

Sensasi Youtube dan Artis Karbitan

    Sudah hampir dua minggu belakangan ini publik dicekoki oleh aksi Briptu Norman Kamaru, seorang anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Gorontalo yang mendadak melejit namanya karena goyang India-nya di Youtube. Stasiun televisi seperti tidak bosan-bosannya menyetel lagu India dan menyorot...

Gaya Taufiq Ismail Membungkam…

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Untuk kepentingan “dakwah”-nya, Taufiq Ismail telah menggunakan pengaruh teman-teman dekatnya untuk membungkam apa yang dia tuduhkan sebagai orang-orang “Lekra generasi ketiga.” Stigma lama ini menimpa anak-anak muda yang bergabung dalam Bumi Tarung Fa...

Melawan Arogansi Dengan Kirab Budaya

    IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jogja memang istimewa. Ketika polemik  status keistimewaan Propinsi DIY tak juga ada kejelasan, rakyat pun melawan. Tidak dengan  sikap anarkis dan angkat senjata, tetapi dengan sebuah Kirab Budaya. Ini sebuah perlawanan khas rakyat Jogjakarta, ...

Membicarakan “Namaku Mata Hari” dan “Max Havelaar”

    IndonesiaSeni.com, Bandung - Pada 13 Desember 2010 lalu, diadakan acara bertajuk “Sejarah dalam Novel dan Film” oleh Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himse) bekerjasama dengan Penerbit Gramedia dan Perpustakaan Batu Api di Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran...



Search
Search Keyword: Total 3 results found.
Tag: Seni Kontemporer Ordering

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat deras. Sementara itu, di sisi yang lain, puluhan penari secara ekspresif menyuguhkan pementasan Opera "Wayang Milenium".

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta – Jakarta Biennale, ajang pameran seni rupa berskala internasional, kembali digelar tahun ini. Memasuki tahun ke 14, Jakarta Biennale kali ini mengusung tema urban bertajuk “Maximum City: Survive or Escape”, sebagai konsep yang menghadirkan fenomena kota Jakarta yang sesak disertai berbagai permasalahannya yang kompleks. Di tengah kesesakannya, masyarakat menempuh jalan yang berbeda-beda, entah mencoba bertahan atau justru kabur dari tekanan yang dihadapi. Hal tersebut yang direspon oleh Jakarta Biennale kali ini dengan mengelar pameran seni karya penderita Skizofrenia bertajuk “Hospital Without Wall”.

Seni Jalanan: Sebuah Kesaksian Atas Kemajemukan*
Seni jalanan atau lebih karib disebut street art, hari ini memang kian majemuk menampakkan parasnya. Ia, sepertinya mewakili semangat zaman yang serba mungkin. Nilai estetika di dalam seni sendiri, semakin hari semakin terbuka menyambut berbagai gejala perubahan sosial serta berkembangnya posisi  sub kultur yang makin menguat di ranah urban.
  •    Latest News   

  •    Most Read   

  •    Hot News   

Twitter Updates