Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Benarkah Tak Ada Karya Sastra Indonesia yang Mendunia Selama 100 Tahun?

Bulan Februari 2013 ini, ramai dibicarakan soal polemik Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, dengan Damar Juniarto alias Amang Suramang, seorang publisis dan moderator komunitas baca Goodreads. Polemik berawal, ketika Damar menulis sebuah artikel di…

Puisi-Puisi Sarah Monica

SANG PEMBURUDengarlah, hai sang penguasa waktu;tanahMu berhutang atas tiap denyut yang darahku getarkan,lautMu mengemis dari tiap garam yang aku teteskan,dan di puncak ubun-ubunku, langitMu tidak lagi merajaatas takdir yang kugoreskan sendiri di urat keningku.Di mana…

Tarian Kata - kata: Bedah Buku dan Pertunjukan Puisi Badruddin Emce

Hanya para pendendam tega menyalahkanmu,lalu menangkapmu, memenjarakanmuseumur puisi.IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Baris-baris dalam puisi Diksi Para Pendendam itu dibacakan di depan puluhan hadirin dalam acara Tarian Kata-Kata: bedah buku dan pertunjukan puisi Diksi Para Pendendam karya…

Cerpen: Cawat dan Kutang Ibu

        Saya hampir lupa kapan terakhir Ibu membeli kutang dan cawat baru untuk memberi baju identitas perempuan-nya itu. Dulu Ibu adalah seorang pedagang pakaian, kembali saya ingat-ingat, Ibu memang tak pernah membeli kutang dan cawat,…

Cerpen: Mandul

Sudah lebih dari enam bulan aku tinggal di Jakarta. Meninggalkan kampung halamanku di Gunung Kidul karena tak lagi ada asa untuk bertahan hidup. Tanah di kampungku tak lagi bisa ditanami sayur-mayur, karena sebab panjang makin…

Search
Search Keyword: Total 30 results found.
Tag: Seni Visual Ordering

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Pada kertas dan kanvas Dodo Karundeng mengguratkan nalar deduksinya atas fenomena kehidupan. Biasanya, itu berupa print photograph. Kali ini lain. Otaknya berselancar di atas kertas gambar putih dengan pensil, tinta ballpoint, spidol, begitu saja menuruti fantasi komedi pikirannya. "Otak itu bodoh, tindakanlah yang mencerdaskannya", tagline salah satu kartunnya yang di pamerkan di dinding Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki, 19-28 Februari 2012. Maka, dibantu tindakan kreatiflah ia menghidupkan nalar dalam kesederhanaan gambar untuk menggetarkan kompleksitas memori manusia atas keberlangsungan peristiwa.?"Kalau otak kita tak bergetar, sebuah kartun hanyalah gambar mati di hadapan kita," demikianlah Dodo Karundeng menandaskan tentang kartun dan kinerja kartunis bersama audiens-nya.

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat deras. Sementara itu, di sisi yang lain, puluhan penari secara ekspresif menyuguhkan pementasan Opera "Wayang Milenium".

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta – Jakarta Biennale, ajang pameran seni rupa berskala internasional, kembali digelar tahun ini. Memasuki tahun ke 14, Jakarta Biennale kali ini mengusung tema urban bertajuk “Maximum City: Survive or Escape”, sebagai konsep yang menghadirkan fenomena kota Jakarta yang sesak disertai berbagai permasalahannya yang kompleks. Di tengah kesesakannya, masyarakat menempuh jalan yang berbeda-beda, entah mencoba bertahan atau justru kabur dari tekanan yang dihadapi. Hal tersebut yang direspon oleh Jakarta Biennale kali ini dengan mengelar pameran seni karya penderita Skizofrenia bertajuk “Hospital Without Wall”.

Kota & Masyarakat Urban Yang Sakit

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Keberadaan sebuah kota tidak hanya sebagai rumah untuk penghuninya. Berawal dari segenggam harapan untuk melanjutkan hidup, kota saat ini adalah setumpuk masalah. Problematika ini tidak hanya pada bidang ekonomi tetapi mencuat kepada perilaku, gaya hidup, modernisasi, kebudayaan dan tingkat persaingan hidup sehingga menciptakan masyarakat urban yang lebih konsumtif. Segalanya menjadi berbau kepentingan dan menyampingkan sisi kemanusiaan antar penghuni-nya.

Emiria Soenassa dan Karyanya

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, Emiria Soenassa adalah seniman masa lalu, namun bagi sebagian orang lagi, khususnya para perempuan, sosok Emiria merupakan sumber inspirasi dan semangat dalam berkarya. Apa pun pendapat dan tanggapannya, sejarah seni rupa Indonesia telah mencatat bahwa Emiria Soenassa adalah pelukis perempuan yang juga sebagai perintis seni lukis perempuan di Indonesia.

Seni Jalanan: Sebuah Kesaksian Atas Kemajemukan*
Seni jalanan atau lebih karib disebut street art, hari ini memang kian majemuk menampakkan parasnya. Ia, sepertinya mewakili semangat zaman yang serba mungkin. Nilai estetika di dalam seni sendiri, semakin hari semakin terbuka menyambut berbagai gejala perubahan sosial serta berkembangnya posisi  sub kultur yang makin menguat di ranah urban.
Gaza dan Keperkasaannya
“Perang tidak membunuh semangat mereka, itu bahkan membuat mereka perkasa.”IndonesiaSeni.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, Gaza adalah pilihan tempat terakhir jika ingin berkunjung. Mengapa tidak, hampir di seluruh media, baik elektronik maupun cetak di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia kerap memberitakan peluru, bom dan teriakan keperihan orang tua dan anak-anak yang hidup dan tinggal pada saat konflik terjadi. Gaza merupakan sebuah tempat yang tertutup, dengan pengawalan yang ekstra ketat, ketika ingin masuk dan keluar jalur Gaza, tempat yang terasing, dan bukan tempat tujuan untuk berkunjung selain memberikan bantuan dengan keikhlasan.
Mencari Persamaan dari Banyaknya Perbedaan
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Setiap manusia selalu berbeda, baik sifat, fisik apalagi tingkah laku. Perbedaan itu juga dapat ditemukan dalam pengkaryaan, khususnya dalam pengambilan suatu objek dari kacamata kamera. Dengan kata lain, sebelum obejek tersebut menjadi suatu karya yang utuh dari seorang seniman, terlebih dahulu objek tersebut mau tidak mau harus memberikan warna-warni yang positif akan keberadaannya. Warna-warni yang positif tersebutlah yang kemudian menjadi bahan dasar dan titik masuk para seniman dalam pengkaryaan.
“Huru Hara Hero”, Antara Pengalaman dan Karya
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Pengalaman adalah guru yang sangat berharga, sebuah ungkapan kuno yang masih terpelihara dan tumbuh dengan sehat dalam hati dan pikiran kita (masyarakat dan para seniman Indonesia). Posisi pengalaman tersebut bisa kita tempatkan sebagai subjek-objek dalam sebuah pengkaryaan. Posisi subjek merupakan posisi yang memiliki fungsi dan peranan aktif dalam pengelolaan suatu ide-ide kreatif, peranan dalam pemotretan suatu kenyataan, terlebih yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dirasakan secara langsung dan jernih.
Love Me Or Die: Hasrat dan Gairah Menaklukan
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Mengamati pameran tunggal Entang Wiharso “Love Me Or Die”, pengunjung seakan diajak untuk memasuki tamasya visual yang  estetik dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan multitafsir. Karya yang bermain dengan liar, mencampurkan fakta dan fiksi; di dalamnya ada emosi, hasrat, peristiwa, dan imajinasi. Karya yang misterius sekaligus menghidupkan, yang idenya tercetuskan oleh satu fondasi tunggal, bahwa semata-mata kedalaman cinta akan menimbulkan hasrat  dan gairah menaklukan dan mematikan.
Aja Dumeh : Ketika Tentara Bersenirupa
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Militer dan kesenian adalah dua dunia yang berbeda. Namun, kedua dunia ini mampu disatukan secara sempurna lewat sosok Marsekal Muda TNI Sudjadijono, SE dan Kolonel Purn. H. Totok Sudarto. Melalui dampingan perupa Djoko Pekik, kedua tentara ini menggelar pameran seni rupa di Taman Budaya Yogyakarta.
Bambu dan Botol Bekas dalam Instalasi “Gajah & Menapaki Jejak”
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Seekor gajah setinggi dua meter berdiri kokoh, gajah ini merupakan karya instalasi, disusun dari puluhan bambu yang dimodifikasi sehingga dapat melentur dan membentuk gajah, lengkap dengan gading dan belalainya. Berdekatan dengan instalasi gajah, pengunjung diajak masuk ke dalam terowongan, yang disusun dari kaleng softdrink dan botol minuman bekas, pencahayaan berwarna biru menambah kekuatan dalam karya rupa instalasi Hedi Hariyanto yang ia namai “Menapaki Jejak”.
Bobvarium, Kelahiran Kembali Bob Sick

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Lelaki kurus dengan tato menghiasi sekujur tubuh hingga wajahnya itu melangkah sempoyongan, memberikan sambutan dengan aksen cadel terpatah-patah, bernyanyi sumbang, mabuk. Malam itu ia tak sendiri, istri dan teman-temannya hadir, juga seorang DJ cantik – Milinka Radisic, yang telah pula berjanji untuk ‘memanaskan’ Kemang yang sedang hujan. Lelaki itu Bob Sick, pelukis muda dengan segala atribut ekstrim dan karya-karyanya yang demikian produktif membuat namanya meroket dalam jagad seni lukis kontemporer Indonesia.

50 Tahun Hanafi, Imaji Abstrak Kehidupan

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Usia kerap menjadi suatu titik perenungan bagi banyak orang, seperti halnya yang dilakukan oleh perupa Hanafi. Pada usia yang ia sebut sudah mencapai ‘separuh’ ini, ia menyelenggarakan pameran tunggalnya yang bertajuk “Saat Usia Lima Puluh” di Galeri Nasional Jakarta yang berlangsung 6-18 April 2010. Pameran tunggal yang dikuratori oleh Jean Couteau dan Jim Supangkat ini menghadirkan 30 lukisan dan 3 karya instalasi terbaru Hanafi.

Pameran Tunggal Seniman Bangladesh Firoz Mahmud di Asbestos Art Space Bandung

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Denyut perkembangan seni kontemporer di Asia yang semakin kencang membuka kesempatan bagi publik pecinta seni di Indonesia untuk mengekplorasi karya seniman-seniman Asia, seperti seniman asal Bangladesh, Firoz Mahmud, yang akan menggelar pameran tunggalnya di Asbestos Art Space Bandung, Mei mendatang.

Immortal War, Medan Perang dalam Dinamika Kehidupan Fajar R.A. Wibisono

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - "I was unable to sense changes in the world at large, but i knew the world around me changed." – Fajar Roma Agung Wibisono.

Kalimat itu muncul sebagai pengantar catatan kuratorial Fery Oktanio pada katalog pameran tunggal Fajar R.A Wibisono bertempat di Srisasanti Arthouse, 24 Maret 2010. Seniman muda ini menampilkan lebih dari 20 karya yang semuanya mengambil tema perang, sesuai dengan tajuk pamerannya, “Immortal War”.

Durga Sipatiti, Menghidupkan Kembali Seni Tato Mentawai

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Seluruh bagian tubuhku terlihat dan dapat ditemukan oleh para leluhur di kegelapan ketika aku mati karena semua tatoku bersinar di alam setelah mati – Durga Sipatiti.

Soulscape : Definisi Baru Lukis Abstrak Indonesia

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Setelah mengalami masa kejayaan di era 90-an, seni lukis abstrak seperti mati suri. Banyak perupa lukis abstrak yang dulu punya nama, tiba-tiba menghilang. Pasar lukis dikuasai seniman realis dan lukis abstrak terpinggirkan. Dalam upaya membangkitkan kembali gairah seni lukis abstrak, 7 perupa abstrak menggelar pameran “Soulscape” di Taman Budaya Yogyakarta.

Pameran “ Re-Create” Menggali Keseharian Hidup

 

 

Indonesiaseni.com, Bandung - Kepekaan pada hal-hal kecil dan sederhana yang lekat dalam keseharian kadang bisa hilang, ketika hal itu sudah menjadi sesuatu yang begitu biasa ada dalam kehidupan kita. Namun demikian, seringkali kita tidak menyadari, bahwa hal-hal kecil dan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari itu justru dapat mempengaruhi, dan bahkan memberikan perubahan dalam kehidupan. Disadari atau tidak.

Sensasi Jogja Biennale X

 

 

Isu utama yang diangkat Jogja Biennale X adalah Gerakan Arsip Seni Rupa. Maksudnya jelas, biennale kali ini yang telah merentang waktu dua puluh tahun mencoba menarik benang merah perjalanan kesenirupaan Jogja. Karenanya, Wahyudin, kurator terpilih melalui seleksi yang dilakukan pihak penyelenggara, dalam hal ini Taman Budaya Yogyakarta, memberi bingkai kuratorial mengenai gerakan arsip seni rupa yang berlangsung di Jogja.

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>