Thursday, Jun 20th

Last update12:47:50 PM GMT

You are here: Home
Search
Search Keyword: Total 10 results found.
Tag: Tiga Dimensional Ordering
Love Me Or Die: Hasrat dan Gairah Menaklukan
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Mengamati pameran tunggal Entang Wiharso “Love Me Or Die”, pengunjung seakan diajak untuk memasuki tamasya visual yang  estetik dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan multitafsir. Karya yang bermain dengan liar, mencampurkan fakta dan fiksi; di dalamnya ada emosi, hasrat, peristiwa, dan imajinasi. Karya yang misterius sekaligus menghidupkan, yang idenya tercetuskan oleh satu fondasi tunggal, bahwa semata-mata kedalaman cinta akan menimbulkan hasrat  dan gairah menaklukan dan mematikan.
Bambu dan Botol Bekas dalam Instalasi “Gajah & Menapaki Jejak”
IndonesiaSeni.com, Jakarta - Seekor gajah setinggi dua meter berdiri kokoh, gajah ini merupakan karya instalasi, disusun dari puluhan bambu yang dimodifikasi sehingga dapat melentur dan membentuk gajah, lengkap dengan gading dan belalainya. Berdekatan dengan instalasi gajah, pengunjung diajak masuk ke dalam terowongan, yang disusun dari kaleng softdrink dan botol minuman bekas, pencahayaan berwarna biru menambah kekuatan dalam karya rupa instalasi Hedi Hariyanto yang ia namai “Menapaki Jejak”.
50 Tahun Hanafi, Imaji Abstrak Kehidupan

 

 

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Usia kerap menjadi suatu titik perenungan bagi banyak orang, seperti halnya yang dilakukan oleh perupa Hanafi. Pada usia yang ia sebut sudah mencapai ‘separuh’ ini, ia menyelenggarakan pameran tunggalnya yang bertajuk “Saat Usia Lima Puluh” di Galeri Nasional Jakarta yang berlangsung 6-18 April 2010. Pameran tunggal yang dikuratori oleh Jean Couteau dan Jim Supangkat ini menghadirkan 30 lukisan dan 3 karya instalasi terbaru Hanafi.

Pameran “ Re-Create” Menggali Keseharian Hidup

 

 

Indonesiaseni.com, Bandung - Kepekaan pada hal-hal kecil dan sederhana yang lekat dalam keseharian kadang bisa hilang, ketika hal itu sudah menjadi sesuatu yang begitu biasa ada dalam kehidupan kita. Namun demikian, seringkali kita tidak menyadari, bahwa hal-hal kecil dan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari itu justru dapat mempengaruhi, dan bahkan memberikan perubahan dalam kehidupan. Disadari atau tidak.

Happening Art “Apa Ini, Apa Itu” Melebur Bersama Alam

 

Indonesiaseni.com, Bali - Merayakan akhir tahun dengan ritual seni, Djagat Art House menggelar Happening Art bertajuk “Apa Ini, Apa Itu” di pantai Lepang dan Studio Suklu, Klungkung, Bali, 29-31 2009. acara ini menghadirkan 27 seniman baik dalam maupun luar negeri yang menyajikan berbagai suguhan kesenian seperti tari, musik, instalasi, fotografi, performance art, dan berbagai pertunjukan lainnya. Seniman yang terlibat di antaranya Agung Gunawan, Cedil, Charlie Crooijmans (Belanda), Daniel Kho, Daniel Zacharias, Danuta Franzen (Polandia), Deasylinada da Ary, Eko Prawoto, Gusti Sudibia, I Gede Made Surya Darma, IG Nengah Hari Mahardika, Joko Dwi Avianto, Made Djirna, Ni Kadek Diah Kristin Natalia (Bali), dan Mireki Jasmiene Okubo (Jepang).

Sekilas Biennale Jogja X 2009

Sekilas Biennale Jogja X - 2009 JOGJA JAMMING: Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja

 

Perempatan lampu merah Gondomanan. Sebuah kotak minuman raksasa berwarna merah bergaris putih ala Coca-Cola terpampang di salah satu tiang pojok lampu merah. Isinya ternyata bukan Coca-Cola minuman bergas itu, melainkan es cendol. Tulisan “es cendol” dengan lekuk-lekuk yang menyerupai bentuk cendol itu terpampang di salah satu sisi kotak tersebut, sedang sisi lainnya bertuliskan “es dawet.” Kotak yang melekat dan membungkus tiang lampu merah itu membuat orang yang melintas di jalan tersebut membaca, dan mungkin mengamatinya. Kotak minuman itu adalah karya dari komunitas RSJ (Rumah Seni Jogja).

Pencitraan Seni Keramik

Museum Vorderasiatisches di Berlin, Jerman, mengoleksi temuan sebuah piring Samarra yang berumur 5000 tahun sebelum masehi yang ditemukan di dataran Irak. Piring itu sudah menggunakan teknik lukisan/gambar pada keramiknya. Bentuk karya seni peninggalan purba dari tanah liat juga ditemukan gua d'Audoubert, Arieege, Perancis yang berasal dari masa Magdalenian 13500 sebelum masehi.

Grafis Marah-Marah ; Tantangan Untuk Seniman Grafis

Indonesiaseni.com, Jakarta - “Aksi diam melawan impunitas.” Demikian kata-kata yang tertera di atas selembar kain hitam. Spanduk hitam itu dikelilingi delapan payung hitam terbuka bertuliskan huruf putih, yang hampir semuanya diawali dengan kata “Tuntaskan.” “Tuntaskan kasus tragedi Mei 98,” “Tuntaskan kasus Talangsari 89,” “Tuntaskan kasus 65/66,” dan sebagainya. Di pojok kanan berhadapan dengan payung-payung hitam itu, ada beberapa poster Munir dan poster bergambar orang-orang hilang. Demikian Kontras, salah satu komisi yang menangani kasus orang hilang dan korban tindak kekerasan, melakukan aksinya.

Pameran “ /TAHTA TANDA/ “ di FKI VI 2009

Indonesiaseni.com, Jakarta – Pameran seni rupa yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Kesenian Indonesia (FKI) VI 2009 akan digelar di Galeri Cipta II & III Taman Ismail Marzuki dan Galeri Seni Rupa IKJ, 17 – 24 Oktober 2009.

“Exploring Root of Identity” di Festival Kesenian Indonesia VI 2009

Indonesiaseni.com, Jakarta – Festival Kesenian Indonesia VI 2009 dengan tema "Exploring Root of Identity" akan digelar di Insitut kesenian Jakarta dan Taman Ismail Marzuki mulai 5 – 24 Oktober 2009.

Twitter Updates