
Maka menulislah Nyi Vinon. Buku yang menawarkan embel-embel “sastra” pada judulnya meski bukan berarti buku ini sebagai karya sastra; namun Nyi Vinon menuliskannya dari tetesan tebu gerbong kenangan tempo dulu. Rindu akan masa lalu tergambar dalam sketsa-sketsa futuristik karya Nyi Vinon. Ketika Nyi Vinon menjadi kenek angkot pertama di Cirebon; Nyi Vinon kecil mengasuh adik dengan mengotel becak; Nyi Vinon yang bangga dengan penyakit panunya, mengumbar rasa marahnya. Semua dikemas dalam sampul biru tosca kuda buroq. Ini juga mengingatkan tentang dunia spiritual yang membahas perkembangan sejarah rasul Muhammad. Ukuran buku dan tata letak cerita begitu menggoda untuk memasuki dunia kecil Nyi Vinon, gaya bahasa, skema cerita, yang dituturkan santai, nakal, imajiner dan apik.
Resensi Buku








