- All Sections
- content: Lokus (1)
- content: Pertunjukan (9)
- content: Sastra (1)
|
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Setelah dipentaskan pada Desember 2009 di Magelang, drama “Kereta Kencana” karya WS Rendra kembali dipentaskan oleh Putu Wijaya selama dua hari pada tanggal 9 dan 10 Juni 2010, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Pertunjukan teater yang penuh filsafat dan spiritual itu, muncul dengan gaya baru. Meski minim pemain, Putu ingin agar naskah yang telah ditulis setengah abad ini, mendapat hawa baru. Penuh improvisasi baru dan muncul sebagai tawaran lain.
IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ketika kelompok Teater di Indonesia mulai tenggelam, Kelompok Teater Gandrik dari Yogyakarta terus berkreasi. Bahkan belum lama ini, kelompok teater yang dimainkan oleh Butet Kartaredjasa Cs itu kembali hadir di hadapan publik mementaskan lakon PAN-DOL atau Panti Idola. Sebuah parodi getir tentang fenomena pemberantasan korupsi. Pentas yang diselenggarakan selama dua malam di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pun dibanjiri ribuan penonton. IndonesiaSeni.com, Bandung - “Aku tak tahu sampai berapa lama bukit daging itu berada bersama denganku. Aku pingsan. Aku tak tahu lagi apa yang terjadi. Begitu aku siuman kembali, kuketahui aku bukan si Sanikem yang kemarin. Aku telah jadi Nyai yang sesungguhnya. Dan nama Sanikem hilang untuk selamanya”.
IndonesiaSeni.com, Bandung - Nilai hidup bagi manusia terletak pada kasih sayang, sekalipun kenangan dan usia muda telah terlewati dan yang ada hanya pengharapan terakhir. Gambaran refleksi serupa tersirat dari pementasan teater “Yang Tersisa” karya sastrawan dan penulis Prancis, Serge Mercier, oleh Studiklub Teater Bandung di auditorium CCF Bandung, 28 – 29 April.
IndonesiaSeni.com, Muaraenim - Hari Sabtu (20/2) pukul 17.00, saya sampai di Kota Muara Enim Sumatera Selatan, sebuah kota kecil yang baru beberapa hari sebelumnya tertimpa banjir dan angin puting beliung, tepatnya di depan Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu. Rencananya menonton pentas teater yang tercatat di spanduk dan baliho depan gedung ini, yaitu drama musikal Nyanyian Angsa karya Anton Chekov yang digarap Komunitas Gendhing Muaraenim dengan sutradara Fikri Ms. Antusias tentunya untuk dapat menyaksikan karya Anton Chekov dengan aktor dan sutradara dari desa Muaraenim. Apakah terjadi akulturasi antara budaya Rusia dengan budaya Muaraenim Sumatera Selatan yang kental dengan budaya lisan. Karkono Kamadjaja Partokoesoemo atau lebih dikenal sebagai Kamadjaja lahir di Surakarta pada 23 November 1915. Dia merupakan salah satu penggerak kemerdekaan Indonesia dan aktif dalam bidang politik, salah satunya menjadi anggota PNI. Namun di balik kiprahnya di dunia politik, tidak banyak yang mengetahui bahwa ia juga seorang seniman teater yang aktif di masa pendudukan Jepang.
Indonesiaseni.com, Surabaya - Menghadirkan warna baru dalam wajah teater modern Indonesia menjadi spirit bagi kelompok behindtheactors Bandung yang meramu wayang, musik keroncong, akting dan tari sekaligus dalam satu pertunjukan. behindtheactors membawa kreatifitas dan inovasi mereka dalam pementasan “Wayang Keroncong Cuk & Cis”, di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (27/1). Pertunjukan “Wayang Keroncong Cuk & Cis” distrudarai oleh Asep Budiman, berdasarkan cerpen Vincent Mathieu, yang diterjemahkan oleh HB. Jassin.
Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Ketoprak merupakan kesenian tradisional masyarakat Jawa. Di Yogyakarta, kesenian ini lebih dikenal dengan sebutan Ketoprak Mataram yang dimainkan dalam sebuah tobong (panggung), sehingga dikenal juga dengan istilah “Ketoprak Tobong”. Namun, dalam perkembangannya, secara perlahan kesenian ini mulai ditinggalkan masyarakat karena dianggap tak menarik lagi.
Indonesiaseni.com, Bandung - Manusia senantiasa diberi pilihan untuk memilih jalan kehidupan oleh yang Maha Kuasa. Namun jika ia memilih untuk menyalahi jalan Tuhan dan menginginkan hidup kekal, tak ayal malah hanya akan mendatangkan kematian jiwa sebelum kematian yang sesungguhnya datang, karena diri yang terpenjara dalam hidup penuh kebosanan dan kesepian.
Indonesiaseni.com, Jakarta - Kebesaran seorang seniman bisa diukur dari berbagai sisi. Biasanya kita menilai dari karya-karyanya, intensitas, pengabdian maupun totalitasnya dalam berkesenian selama hidupnya. Kita juga bisa menilai dari orang-orang yang mencintainya. Dan pada ajang Festival Rendra yang dibuka kamis malam kemarin (26/11), semua sisi itu melebur dalam sosok W.S. Rendra. |





